Khayalan
Bertepuk Sebelah Hati
(Part
4)
Pernah
ada obrolan tak sengaja yang sama - sama kita lontarkan. Tentu tentang masa
depan.
Masa
depan yang lebih jauh disbanding lulus kuliah atau karir.
Masa
depan yang hanya bisa berdua khayalkan jika kita terus bersama hingga tua.
Hehe
dasar saya. Yang saya lakukan juga sekarang hanya berkhayal. Tidak ada kawan
pula.
Waktu
dulu saya berkhayal dengannya, kami sangat serius membicarakan. Sampai muncul
dibenak saya, bahwa itu akan terjadi nyata.
Ternyata
setelah 5 tahun berselang, khayalan itu hanya saya yang menganggap serius. Berbeda
dengan dia yang mungkin sudah menghapusnya dan mengganti cerita dengan yang
baru.
Tapi
entah, saya sering membenci diri saya. Dikala lubuk hati terdalam saya yakin
bahwa khayalan itu tetap bisa menyambung cerita lama yang sempat pupus 3 tahun
terakhir. Padahal kan sudah jelas. Bukan hanya jarak yang terpisah, tapi juga topik
perbincangan yang sudah sulit untuk disatukan.
Apakah
hal itu bisa saja terwujud dengan bantuan bait doa yang disematkan?
Tapi
bagaimana jika hanya saya yang merasa, padahal saya tak ada kuasa.
Doaku yang terbaik untukmu. Masa depan.
-
To be continued –
Tangerang,
19 September 2020

Komentar
Posting Komentar